Tampilkan postingan dengan label Teknik Budidaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknik Budidaya. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 Oktober 2016

BUDIDAYA IKAN LELE DENGAN TEKNOLOGI ORGANIK NASA




BUDIDAYA IKAN LELE DENGAN TEKNOLOGI ORGANIK NASA

Budidaya Ikan Lele Dengan Produk Perikanan NASA



TEKNIK BUDIDAYA LELE

HASIL TERNAK IKAN LELE DENGAN PRODUK NASA SANGAT MENJANJIKAN.!!!

PRODUK YANG DIPERLUKAN SEBAGAI BERIKUT :
1. Poc Nasa
2. Hormonik
3. Viterna Plus
4. Ton

A. POC NASA



Formula khusus terutama untuk tanaman juga peternakan dan perikanan yang dibuat murni dari bahan-bahan organik dengan fungsi multiguna :

* Meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi tanaman serta kelestarian lingkungan/tanah ( aspek K- 3 : Kuantitas - Kualitas- Kelestarian ).

* Menjadikan tanah yang keras berangsur-angsur menjadi gembur.

* Melarutkan sisa pupuk kimia di tanah (dapat dimanfaatkan tanaman).

* Memberikan semua jenis unsur makro dan unsur mikro lengkap.

* Dapat mengurangi penggunaan Urea, SP-36 dan KCl + 12,5% - 25%

* Setiap 1 liter POC NASA memiliki fungsi unsur hara mikro setara dengan 1 ton pupuk kandang.

* Memacu pertumbuhan tanaman dan akar, merangsang pengumbian, pembungaan dan pembuahan serta mengurangi kerontokan bunga dan buah ( mengandung hormon/ZPT Auksin, Giberellin dan Sitokinin).

* Membantu perkembangan mikro organisme tanah yang bermanfaat bagi tanaman (cacing tanah, Penicilium glaucum dll).

* Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap hama dan penyakit

* Meningkatkan bobot unggas (ayam, bebek, dll), ternak besar (sapi, kambing, dll), ikan serta udang.

* Meningkatkan nafsu makan unggas,ternak dan ikan/udang.

* Membantu pembentukan pakan alami ikan dan udang (plankton).

B. HORMONIK



HORMONIK memacu pertumbuhan, pengumbian, pembungaan dan pembuahan tanaman untuk mendapatkan hasil panen optimal.

HORMONIK mengandung Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) Organik terutama Auksin, Giberelin dan Sitokinin, di formulasikan dari bahan alami yang dibutuhkan oleh semua jenis tanaman.

HORMONIK tidak membahayakan ( aman ) bagi kesehatan manusia maupun binatang.

DAYA GUNA : Mempercepat proses pertumbuhan tanaman, memacu dan meningkatkan pembungaan serta pembuahan, mengurangi kerontokan bunga dan buah, membantu pertumbuhan tunas, membantu pertumbuhan akar, memacu pembesaran umbi, meningkatkan keawetan hasil panen, memacu dan meningkatkan bobot unggas/ternak.

C. VITERNA PLUS



VIterna plus merupakan suplemen pakan ternak yang diolah dari berbagai macam bahan alami ( hewan dan tumbuhan ), memberikan zat-zat yang sangat diperlukan ternak untuk :

- Meningkatkan kualitas ( peningkatan Average Daily Gain / ADG bagi sapi dan peningkatan bobot panen bagi ayam ).

- Kualitas daging ( mengurangi kandungan kolesterol ).

- Kesehatan ternak ( mempertinggi daya tahan tubuh ) terhadap penyakit semuanya merupakan aspek K-3.

- Memacu enzim-enzim pencernaan ternak.

- Memberikan mineral-mineral essensial maupun non essensial. -

Memberikan berbagai macam nutrisi alami untuk peetumbuhan ternak ( protein, lemak, vitamin, dsb ).

- Menambah kandungan asam-asam lemak didalam rumen / lambung ternak.

- Meningkatkan efesiensi dan efektifitas pakan ( TDN ).

- Mengandung hormon pertumbuhan alami untuk mempercepat pertumbuhan ternak.

- Meningkatkan nafsu makan ternak.

- Mengurangi kandungan kolesterol. daging dan mengurangi bau kotoran ayam.

Produk alami aman untuk ternak dan lingkungan. Secara umum manfaat dari penggunaan VITERNA adalah sebagi berikut :

1. Memacu pertumbuhan pada ternak, khusus ayam pedaging telah berhasil memperpendek waktu panen ayam dari pemeliharaan standar dengan bobot yang sama, seperti rata-rata berat hidup ayam sebesar 2 kg dapat dicapai pada umur pemeliharaan 32 - 34 hari. Yang pada umumnya biasanya dicapai pada umur 35 - 38 hari, sehingga dapat menghemat pakan. FCR yang dihasilkan rata-rata mencapai 1,3 - 1,5 . Pada penggemukan sapi lokal seperti sapi bali dan peranakan ongole rata-rata pertambahan berat badan perhari adalah 0,5 - 0,7 kg. Sedangkan sapi crossing simental dan limosin pertambahan berat badannya perhari mencapai 1,5 - 1,7 kg.

2. Menekan angka kematian, pengujian dan penerapan diberbagai peternakan yang telah menggunakan viterna angka kematian rata-rata 5 %

3. Meningkatkan kualitas daging ternak, hasil uji laboratorium dari fakultas teknologi pertanian UGM menunjukkan bahwa ayam yang telah menggunakan viterna dan produk NASA memiliki kandungan protein yang tinggi dan kandungan kolesterol yang rendah.

4. Mengurangi bau kotoran ternak.

5. Meningkatkan produksi telur pada ayam atau unggas petelur

6. Meningkatkan kualitas susu pada sapi perah, seperti jumlah liter susu perharinya, nilai solid non fat ( SNF ) sebesar 8,5 - 9 %, kadar lemak susu hanya sebesar 3,5 % dan nilai total solid ( TS ) sebesar 12,1 %

PERIKANAN ORGANIK DENGAN TEKNIK GANTI AIR YANG TEPAT

Perikanan organik merupakan trend yang semakin menjadi tuntutan untuk menghasilkan produk perikanan yang aman, sehat, bergizi dan tetap menjamin kelestarian lahan budidaya. Untuk itu diperlukan sarana produksi yang ramah lingkungan dan cara budidaya perikanan yang benar.

Salah satu hal yang harus diperhatikan untuk berbudidaya yang benar adalah harus mengetahui TEKNIK PERGANTIAN AIR yang tepat.

PERGANTIAN AIR KOLAM diperlukan jika memang harus diganti air, artinya kita melakukan ganti air jika memang kondisi air pada saat itu mengharuskan untuk diganti. Air yang berkualitas jelek disebabkan oleh penumpukan hasil penguraian bahan organik yang masuk ke kolam. Bahan organik tersebut berupa kotoran ikan, ikan yang mati, pakan yang tidak termakan, plankton yang mati dan tumbuhan-tumbuhan air yang mati jika ada.

Ciri-ciri air yang jelek adalah sebagai berikut :

1. Air Berbusa
Hal ini menunjukan sudah tingginya timbuhan bahan organik yang ada di kolam, sehingga harus dibuang adalah air bagian bawah tersebut. Pada kolam tanah sebisa mungkin dibuat saluran pembuangan di bagian tengah yang memungkinkan bisa membuang timbunan bahan organik didasar kolam. Jika tidak bisa membuat saluran pembuangan tersebut, pembuangan bisa dilakukan dengan pompa penyedot air. Pada kolam bak juga harus dibuat konstruksi berupa saluran pembuangan air bagian bawah.

2. Air Kotor
Material yang mengkotori air kolam bisa mengganggu kehidupan ikan atau udang, sehingga harus dibuang dan airnya diganti yang baru.

3. Air Pekat
Yang dimaksud air pekat adalah jika air sudah penuh dengan bahan-bahan yang terlarut, misalnya lumpur, material pencemar lain dari luar.

Jika kita bisa menjaga kualitas air selalu baik selama proses budidaya maka kita bisa tidak melakukan ganti air selama budidaya. Pemakaian PUPUK ORGANIK TON dan pemakaian probiotik yang tepat akan selalu menjaga kualitas air budidaya, sehingga bisa meningkatkan tingkat keberhasilan budidaya.

Hal ini sudah terbukti di beberapa daerah yang menggunakan PRODUK TON, misalnya di kendal, gresik, untuk tambak udang dan bandeng dan di jogja untuk budidaya lele

Mari kita galakkan budidaya perikanan yang ramah lingkungan atau PERIKANAN ORGANIK.

D. TON ( TAMBAK ORGANIK NUSANTARA )



Formula alami ( organik ) khusus tambak untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi serta menjaga / memperbaiki kelestarian lingkungan tambak dengan memberikan mineral-mineral yang dibutuhkan udang / bandeng, mempercepat pertumbuhan plankton sebagai pakan alami udang / bandeng ( kesuburan perairan ), serta mengikat logam-logam berat sekaligus membantu mengurai senyawa komplek berbahaya beracun bagi udang / bandeng. Serta membantu merutinkan molting udang.

Peranan dan fungsi lain TON antara lain :

- Membantu menguraikan senyawa kekal komplek berbahaya serta beracun, seperti : H2S, Amoniak, Asam laktat, dsb.

- Membantu sistem pencernaan udang / bandeng.

- Meningkatkan pertumbuhan dan sistem kekebalan tubuh udang / bandeng.

- Bagus juga untuk digunakan di kolam air tawar.

- Teruji Multi komoditi, Multi lokasi dan Multi waktu.

ATURAN PAKAI :



- Campurkan semua produk ( poc nasa, hormonik, viterna plus dan ton )

- Tuangkan campuran produk tersebut takaran 5 cc ( 1/2 tutup botol ) dan campurkan dengan 1 liter air

- Semprotkan 1 liter air yang sudah di campurkan tadi ke pakan lele 5 - 7 kg

- Tiriskan pakan lele tersebut lalu kasihkan pakan ke ikan lele





Selain angka kematian menurun pemakaian produk organik NASA juga dapat mempercepat pertumbuhan lele.



Dengan menggunakan produk organik nasa akan mengurangi konsumsi pakan ikan lele sehingga bisa memotong biaya pakan.



Dengan menggunakan produk organik nasa ikan lele tidak besar kepala artinya kepala lebih kecil dan badan ikan lele lebih besar dari pada ikan lele yang tidak menggunakan teknologi organik nasa.



KLIK VIDEO IKAN LELE ORGANIK NASA BERIKUT


INFO LEBIH LANJUT SILAHKAN HUBUNGI KAMI DI
TELP/WA : 081902639545
PIN BBM : D12E5916

Rabu, 07 Januari 2015

TEKNIS BUDIDAYA TERNAK KELINCI DENGAN TEKNOLOGI ORGANIK NASA

NASA

TEKNIS BUDIDAYA TERNAK KELINCI DENGAN TEKNOLOGI ORGANIK NASA

Cara Budidaya Ternak Kelinci Organik dengan Produk NASA . Ternak ini semula hewan liar yang sulit di jinakkan.Hampir setiap negara di dunia memiliki ternak kelinci karena kelinci mempunyai daya adaptasi tubuh yang relatif tinggi sehingga mampu hidup di hampir semua iklim seluruh dunia. Kelinci dikembangkan di daerah dengan populasi penduduk relatif tinggi. Adanya penyebaran kelinci juga menimbulkan sebutan yang berbeda. Di Eropa disebut rabbit. Di Indonesia hewani ini disebut kelinci. Sedangkan di Jawa disebut trewelu dan sebagainya.

SENTRA PERIKANAN Di Indonesia masih terbatas daerah tertentu dan belum menjadi sentra produksi. Dengan kata lain pemeliharaan masih tradisional.

JENIS KELINCI

Menurut sistem Binomial, bangsa kelinci diklasifikasikan sebagai berikut :

~ Ordo : Lagomorpha
~ Famili : Leporidae
~ Sub famili : Leporine
~ Genus : Lepus, Orictolagus
~ Spesies : Lepus spp., Orictolagus spp.

Jenis yang umum diternakkan adalah American Chinchilla, Angora, Belgian, Californian, Dutch, English Spot, Flemish Giant, Havana, Himalayan, New Zealand Red, White dan Black, Rex Amerika. Kelinci lokal yang ada sebenarnya berasal dari dari Eropa yang telah bercampur dengan jenis lain hingga sulit dikenali lagi. Jenis New Zealand White dan Californian sangat baik untuk produksi daging, sedangkan Angora baik untuk bulu.

MANFAAT

Manfaat yang diambil dari kelinci adalah bulu dan daging yang sampai saat ini mulai laku keras di pasaran. Selain itu hasil ikutan masih dapat dimanfaatkan untuk pupuk, kerajinan dan pakan ternak.

PERSYARATAN LOKASI

Dekat sumber air, jauh dari tempat kediaman, bebas gangguan asap, baubauan, suara bising dan terlindung dari predator.

PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA KELINCI

Yang perlu diperhatikan dalam usaha ternak kelinci adalah persiapan lokasi yang sesuai, pembuatan kandang, penyediaan bibit dan penyediaan pakan.

1. Penyiapan Sarana dan Perlengkapan

Fungsi kandang sebagai tempat berkembang biak dengan suhu ideal 21 derajat C, sirkulasi udara lancar, lama pencahayaan ideal 12 jam dan melindungi ternak dari predator. Menurut kegunaan, kandang kelinci dibedakan menjadi kandang induk. Untuk induk/kelinci dewasa atau induk dan anak-anaknya, kandang jantan, khusus untuk pejantan dengan ukuran lebih besar dan Kandang anak lepas sapih. Untuk menghindari perkawinan awal kelompok dilakukan pemisahan antara jantan dan betina. Kandang berukuran 200x70x70 cm tinggi alas 50 cm cukup untuk 12 ekor betina/10 ekor jantan. Kandang anak (kotak beranak) ukuran 50x30x45 cm.

Menurut bentuknya kandang kelinci dibagi menjadi :

a. Kandang sistem postal, tanpa halaman pengumbaran, ditempatkan dalam ruangan dan cocok untuk kelinci muda.

b. Kandang sistem ranch ; dilengkapi dengan halaman pengumbaran.

C. Kandang battery; mirip sangkar berderet dimana satu sangkar untuk satu ekor dengan konstruksi Flatdech Battery (berjajar), Tier Battery (bertingkat), Pyramidal Battery (susun piramid).

2. Pembibitan Perlengkapan kandang yang diperlukan adalah tempat pakan dan minum yang tahan pecah dan mudah dibersihkan.

Untuk syarat ternak tergantung dari tujuan utama pemeliharaan kelinci tersebut. Untuk tujuan jenis bulu maka jenis Angora, American Chinchilla dan Rex merupakan ternak yang cocok. Sedang untuk tujuan daging maka jenis Belgian, Californian, Flemish Giant, Havana, Himalayan dan New Zealand merupakan ternak yang cocok dipelihara.

a. Pemilihan bibit dan calon induk.
Bila peternakan bertujuan untuk daging, dipilih jenis kelinci yang berbobot badan dan tinggi dengan perdagingan yang baik, sedangkan untuk tujuan bulu jelas memilih bibit-bibit yang punya potensi genetik pertumbuhan bulu yang baik. Secara spesifik untuk keduanya harus punya sifat fertilitas tinggi, tidak mudah nervous, tidak cacat, mata bersih dan terawat, bulu tidak kusam, lincah/aktif bergerak.

b. Perawatan Bibit dan calon induk.
Perawatan bibit menentukan kualitas induk yang baik pula, oleh karena itu perawatan utama yang perlu perhatian adalah pemberian pakan yang cukup, pengaturan dan sanitasi kandang yang baik serta mencegah kandang dari gangguan luar.

c. Sistem Pemuliabiakan.
Untuk mendapat keturunan yang lebih baik dan mempertahankan sifat yang spesifik maka pembiakan dibedakan dalam 3 kategori yaitu :

~ In Breeding (silang dalam), untuk mempertahankan dan menonjolkan sifat spesifik misalnya bulu, proporsi daging.

~ Cross Breeding (silang luar), untuk mendapatkan keturunan lebih baik/menambah sifat-sifat unggul.

~ Pure Line Breeding (silang antara bibit murai), untuk mendapat bangsa/jenis baru yang diharapkan memiliki penampilan yang merupakan perpaduan 2 keunggulan bibit.

d. Reproduksi dan Perkawinan.
Kelinci betina segera dikawinkan ketika mencapai dewasa pada umur 5 bulan (betina dan jantan). Bila terlalu muda kesehatan terganggu dan dan mortalitas anak tinggi. Bila pejantan pertama kali mengawini, sebaiknya kawinkan dengan betina yang sudah pernah beranak. Waktu kawin pagi/sore hari di kandang pejantan dan biarkan hingga terjadi 2 kali perkawinan, setelah itu pejantan dipisahkan.

e. Proses Kelahiran.
Setelah perkawinan kelinci akan mengalami kebuntingan selama 30-32 hari. Kebuntingan pada kelinci dapat dideteksi dengan meraba perut kelinci betina 12-14 hari setelah perkawinan, bila terasa ada bola-bola kecil berarti terjadi kebuntingan. Lima hari menjelang kelahiran induk dipindah ke kandang beranak untuk memberi kesempatan menyiapkan penghangat dengan cara merontokkan bulunya. Kelahiran kelinci yang sering terjadi malam hari dengan kondisi anak lemah, mata tertutup dan tidak berbulu. Jumlah anak yang dilahirkan bervariasi sekitar 6-10 ekor.

3. Pemeliharaan

a. Sanitasi dan Tindakan Preventif.
Tempat pemeliharaan diusahakan selalu kering agar tidak jadi sarang penyakit. Tempat yang lembab dan basah menyebabkan kelinci mudah pilek dan terserang penyakit kulit.

b. Pengontrolan Penyakit.
Kelinci yang terserang penyakit umumnya punya gejala lesu, nafsu makan turun, suhu badan naik dan mata sayu. Bila kelinci menunjukkan hal ini segera dikarantinakan dan benda pencemar juga segera disingkirkan untuk mencegah wabah penyakit.

c. Perawatan Ternak.
Penyapihan anak kelinci dilakukan setelah umur 7-8 minggu. Anak sapihan ditempatkan kandang tersendiri dengan isi 2-3 ekor/kandang dan disediakan pakan yang cukup dan berkualitas. Pemisahan berdasar kelamin perlu untuk mencegah dewasa yang terlalu dini. Pengebirian dapat dilakukan saat menjelang dewasa. Umumnya dilakukan pada kelinci jantan dengan membuang testisnya.

d. Pemberian Pakan.
Jenis pakan yang diberikan meliputi hijauan meliputi rumput lapangan, rumput gajah, sayuran meliputi kol, sawi, kangkung, daun kacang, daun turi dan daun kacang panjang, biji-bijian/pakan penguat meliputi jagung, kacang hijau, padi, kacang tanah, sorghum, dedak dan bungkil-bungkilan.

Untuk memenuhi kebutuhan pakan pada ternak kelinci perlu diberikan pakan tambahan berupa konsentrat yang dapat dibeli di toko pakan ternak. Agar pertumbuhan ternak kelinci mencapai bobot sesuai target waktu maka perlu diberikan tambahan nutrisi berupa VITERNA, POC NASA , HORMONIK pada pakan konsentrat. Pemberian nutrisi tambahan tersebut selain melalui pakan konsentrat juga diberikan melalui air minum.

Cara aplikasinya Produk NASA adalah :

~ Campurkan terlebih dahulu 1 botol VITERNA + 1 botol POC NASA + 1 botol HORMONIK ke dalam satu wadah khusus dan kocok hingga tercampur sempurna.

~ Ambil larutan yang sudah tercampur tadi dengan ukuran 5 cc (setengah tutup) untuk 10 liter air minum. Pemberian air minum perlu disediakan di kandang untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuhnya.

~ Ambil 5 cc (setengan tutup) kemudian dicampurkan dengan sedikit air untuk pembasah pada pakan konsentrat. Pemberian pakan konsentrat ini cukup diberikan sehari sekali saja pada pagi hari. Selebihnya gunakan pakan hijauan.

e. Pemeliharaan Kandang.
Lantai/alas kandang, tempat pakan dan minum, sisa pakan dan kotoran kelinci setiap hari harus dibersihkan untuk menghindari timbulnya penyakit. Sinar matahari pagi harus masuk ke kandang untuk membunuh bibit penyakit. Dinding kandang dicat dengan kapur/ter. Kandang bekas kelinci sakit dibersihkan dengan kreolin/lysol.

HAMA DAN PENYAKIT

~ Bisul
Penyebab : terjadinya pengumpulan darah kotor di bawah kulit.
Pengendalian : pembedahan dan pengeluaran darah kotor selanjutnya diberi Jodium.

~ Kudis
Penyebab : Darcoptes scabiei.
Gejala : ditandai dengan koreng di tubuh.

Pengendalian : dengan antibiotik salep.

~ Eksim
Penyebab : kotoran yang menempel di kulit.
Pengendalian : menggunakan salep/bedak Salicyl.

~ Penyakit telinga
Penyebab : kutu.
Pengendalian : meneteskan minyak nabati.

~ Penyakit kulit kepala
Penyebab : jamur.
Gejala : timbul semacam sisik pada kepala.
Pengendalian : dengan bubuk belerang.

~ Penyakit mata
Penyebab : bakteri dan debu.
Gejala : mata basah dan berair terus.
Pengendalian : dengan salep mata.

~ Mastitis
Penyebab : susu yang keluar sedikit/tak dapat keluar.
Gejala : puting mengeras dan panas bila dipegang.
Pengendalian : dengan tidak menyapih anak terlalu mendadak.

~ Pilek
Penyebab : virus.
Gejala : hidung berair terus.
Pengendalian : penyemprotan antiseptik pada hidung.

~ Radang paru-paru
Penyebab : bakteri Pasteurella multocida.
Gejala : napas sesak, mata dan telinga kebiruan.
Pengendalian : diberi minum Sul- Q-nox.

~ Berak darah
Penyebab : protozoa Eimeira.
Gejala : nafsu makan hilang, tubuh kurus, perut membesar dan mencret darah.
Pengendalian : diberi minum sulfaquinxalin dosis 12 ml dalam 1 liter air.

Hama pada kelinci umumnya merupakan predator dari kelinci seperti anjing. Pada umumnya pencegahan dan pengendalianhama dan penyakit dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan kandang, pemberian pakan yang sesuai dan memenuhi gizi dan penyingkiran sesegera mungkin ternak yang sakit.

Untuk info dan pemesanan produk Budidaya Ternak Kelinci Hubungi segera (Call/sms) Organik Nusantara Distributor Resmi PT. Natural Nusantara :

XL : 081902639545
AS : 085229806161
AXIS : 083837250533
BBM : 30B210F0

www.produknasa.mywapblog.com

Selasa, 06 Januari 2015

TEKNIS BUDIDAYA TERNAK BURUNG PUYUH DENGAN TEKNOLOGI ORGANIK NASA

NASA

TEKNIS BUDIDAYA TERNAK BURUNG PUYUH DENGAN TEKNOLOGI ORGANIK NASA

Cara Budidaya Burung Puyuh dengan produk Organik NASA . Puyuh merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang, ukuran tubuh relatif kecil, berkaki pendek dan dapat diadu. Burung puyuh disebut juga Gemak (Bhs.Jawa-Indonesia). Sentra Peternakan burung puyuh banyak terdapat di Sumatera, Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah.

JENIS - JENIS BURUNG PUYUH :

~ Kelas : Aves (Bangsa Burung)
~ Ordo : Galiformes
~ Sub Ordo : Phasianoidae
~ Famili : Phasianidae
~ Sub Famili : Phasianinae
~ Genus : Coturnix
~ Species : Coturnix-coturnix Japonica

MANFAAT DARI BUDIDAYA BURUNG PUYUH :

~ Telur dan dagingnya mempunyai nilai gizi dan rasa yang lezat.

~ Bulunya sebagai bahan aneka kerajinan atau perabot rumah tangga lainnya.

~ Kotorannya sebagai pupuk kandang ataupun kompos yang baik dapat digunakan sebagai pupuk tanaman.

PERSYARATAN LOKASI :

~ Lokasi jauh dari keramaian dan pemukiman penduduk.

~ Lokasi mempunyai strategi transportasi, terutama jalur sapronak dan jalur-jalur pemasaran.

~ Lokasi terpilih bebas dari wabah penyakit.

~ Bukan merupakan daerah sering banjir.

~ Merupakan daerah yang selalu mendapatkan sirkulasi udara yang baik.

PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA

1. Penyiapan Sarana dan Peralatan
A. PERKANDANGAN

Dalam sistem perkandangan yang perlu diperhatikan adalah temperatur kandang yang ideal atau normal berkisar 20-25 derajat C, kelembaban kandang berkisar 30-80%, penerangan kandang pada siang hari cukup 25-40 watt, sedangkan malam hari 40-60 watt (hal ini berlaku untuk cuaca mendung/musim hujan). Tata letak kandang sebaiknya diatur agar sinar matahari pagi dapat masuk kedalam kandang.

Model kandang puyuh ada 2 (dua) macam yang biasa diterapkan yaitu sistem litter (lantai sekam) dan sistem sangkar (batere). Ukuran kandang untuk 1 m2 dapat diisi 90-100 ekor anak puyuh, selanjuntnya menjadi 60 ekor untuk umur 10 hari sampai lepas masa anakan. Terakhir menjadi 40 ekor/m2 sampai masa bertelur.

Adapun kandang yang biasa digunakan dalam budidaya burung puyuh adalah :

1). Kandang untuk induk pembibitan Kandang ini berpegaruh langsung terhadap produktifitas dan kemampuan menghasilkan telur yang berkualitas. Besar atau ukuran kandang yang akan digunakan harus sesuai dengan jumlah puyuh yang akan dipelihara. Idealnya satu ekor puyuh dewasa membutuhkan luas kandang 200 m2.

2). Kandang untuk induk petelur Kandang ini berfungsi sebagai kandang untuk induk pembibit. Kandang ini mempunyai bentuk, ukuran, dan keperluan peralatan yang sama. Kepadatan kandang lebih besar tetapi bisa juga sama.

3). Kandang untuk anak puyuh/umur stater (kandang indukan) Kandang ini merupakan kandang bagi anak puyuh pada umur starter, yaitu mulai umur satu hari sampai dengan dua sampai tiga minggu. Kandang ini berfungsi untuk menjaga agar anak puyuh yang masih memerlukan pemanasan itu tetap terlindung dan mendapat panas yang sesuai dengan kebutuhan. Kandang ini perlu dilengkapi alat pemanas. Biasanya ukuran yang sering digunakan adalah lebar 100 cm, panjang 100 cm, tinggi 40 cm, dan tinggi kaki 50 cm. (cukup memuat 90-100 ekor anak puyuh).

4). Kandang untuk puyuh umur grower (3-6 minggu) dan layer (lebih dari 6 minggu) Bentuk, ukuran maupun peralatannya sama dengan kandang untuk induk petelur. Alas kandang biasanya berupa kawat ram.

B. PERALATAN

Perlengkapan kandang berupa tempat makan, tempat minum, tempat bertelur dan tempat obat-obatan.

2. Penyiapan Bibit Yang perlu diperhatikan oleh peternak sebelum memulai usahanya, adalah memahami 3 (tiga) unsur produksi usaha perternakan yaitu bibit/pembibitan, pakan (ransum) dan pengelolaan usaha peternakan. Pemilihan, yaitu :

~ Untuk produksi telur konsumsi, dipilih bibit puyuh jenis ketam betina yang sehat atau bebas dari kerier penyakit.

~ Untuk produksi daging puyuh, dipilih bibit puyuh jantan dan puyuh petelur afkiran.

~ Untuk pembibitan atau produksi telur tetas, dipilih bibit puyuh betina yang baik produksi telurnya dan puyuh jantan yang sehat yang siap membuahi puyuh betina agar dapat menjamin telur tetas yang baik.

3. Pemeliharaan
A. Sanitasi dan Tindakan Preventif

Untuk menjaga timbulnya penyakit pada pemeliharaan puyuh kebersihan lingkungan kandang dan vaksinasi terhadap puyuh perlu dilakukan sedini mungkin.

B. Pengontrolan Penyakit

Pengontrolan penyakit dilakukan setiap saat dan apabila ada tanda-tanda yang kurang sehat terhadap puyuh harus segera dilakukan pengobatan sesuai dengan petunjuk dokter hewan atau dinas peternakan setempat atau petunjuk dari Poultry Shoup.

C. Pemberian Pakan

Ransum (pakan) yang dapat diberikan untuk puyuh terdiri dari beberapa bentuk, yaitu: bentuk pallet, remah-remah dan tepung. Karena puyuh yang suka usil memtuk temannya akan mempunyai kesibukan dengan mematuk-matuk pakannya. Pemberian ransum puyuh anakan diberikan 2 (dua) kali sehari pagi dan siang. Sedangkan puyuh remaja/dewasa diberikan ransum hanya satu kali sehari yaitu di pagi hari. Untuk pemberian minum pada anak puyuh pada bibitan terus-menerus.

PT. NATURAL NUSANTARA mengeluarkan suplemen khusus ternak yaitu VITERNA Plus dan POC NASA. Produk-produk ini menggunakan teknologi asam amino, mineral dan vitamin yang diciptakan dengan pendekatan fisiologis tubuh puyuh yaitu dengan meneliti berbagai nutrisi yang dibutuhkan puyuh.

VITERNA dan POC NASA mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan puyuh yaitu :

~ Asam-asam amino esensial, yaitu Arginin, Hiistidin, Leusin, Isoleusin dan lain-lain sebagai penyusun protein tubuh, pembentuk sel dan organ tubuh.

~ Vitamin lengkap yang berfungsi untuk berlangsungnya proses fisiologis tubuh yang normal dan meningkatkan ketahanan tubuh itik petelur dari serangan penyakit.

~ Mineral-mineral lengkap yaitu N, P, K, Ca, mg , Cl dan lain-lain sebagai penyusun tulang, darah dan berperan dalam sintesis enzim untuk memperlancar proses metabolisme dalam tubuh.

Cara penggunaannya adalah dengan mencampur/mengoplos VITERNA Plus dan POC NASA menjadi satu botol terlebih dahulu. Kemudian dicampurkan pada air minum dengan dosis : 1 tutup botol campuran VITERNA Plus dan POC NASA untuk sekitar 10 liter air minum dan diberikan setiap 3 hari sekali, terutama pada pagi hari. Air minum diberikan tidak terbatas, jika sudah habis harus diisi kembali. Gunakan air yang bersih, bebas dari logam dan mikroorganisme. Tempat penampungan air pun tidak terbuat dari bahan yang mudah berkarat.

Keunggulan dan manfaat pemberian VITERNA dan POC NASA pada burung puyuh adalah :

1. Berasal dari bahan alami/organik, bukan dari bahan-bahan kimia atau sintetik.

2. Mampu menggantikan pemberian vitamin dan mineral kimia/sintetik.

3. Meningkatkan nafsu makan.

4. Mengurangi kestresan pada ayam, baik pada saat masuk kandang pertama kali, setelah ayam divaksinasi atau saat ayam dalam proses pengobatan.

5. Mengurangi bau kotoran.

6. Meningkatkan kesehatan ayam.

7. Mempercepat waktu pertama bertelur di mana pada burung puyuh umur 30 hari sudah mulai bertelur.

8. Angka kematian : 3% – 5%.

9. Cangkang telur lebih kuat dan tidak mudah pecah.

D. Pemberian Vaksinasi dan Obat

Pada umur 4-7 hari puyuh di vaksinasi dengan dosis separo dari dosis untuk ayam. Vaksin dapat diberikan melalui tetes mata (intra okuler) atau air minum (peroral). Pemberian obat segera dilakukan apabila puyuh terlihat gejala-gejala sakit dengan meminta bantuan petunjuk dari PPL setempat ataupun dari toko peternakan (Poultry Shoup), yang ada di dekat Anda beternak puyuh.

HAMA DAN PENYAKIT

1. Quail enteritis)
Penyebab : bakteri anerobik yang membentuk spora dan menyerang usus, sehingga timbul pearadangan pada usus.
Gejala : puyuh tampak lesu, mata tertutup, bulu kelihatan kusam, kotoran berair dan mengandung asam urat.
Pengendalian : memperbaiki tata laksana pemeliharaan, serta memisashkan burung puyuh yang sehat dari yang telah terinfeksi.

2) Tetelo (NCD/New Casstle Diseae)
Gejala : puyuh sulit bernafas, batuk-batuk, bersin, timbul bunyi ngorok, lesu, mata ngantuk, sayap terkulasi, kadang berdarah, tinja encer kehijauan yang spesifik adanya gejala “tortikolis”yaitu kepala memutar-mutar tidak menentu dan lumpuh.
Pengendalian : (1) menjaga kebersihan lingkungan dan peralatan yang tercemar virus, binatang vektor penyakit tetelo, ayam yang mati segera dibakar/dibuang; (2) pisahkan ayam yang sakit, mencegah tamu masuk areal peternakan tanpa baju yang mensucihamakan/ steril serta melakukan vaksinasi NCD. Sampai sekarang belum ada obatnya.

3) Berak putih (Pullorum)
Penyebab : Kuman Salmonella pullorum dan merupakan penyakit menular.
Gejala: kotoran berwarna putih, nafsu makan hilang, sesak nafas, bulu-bulu mengerut dan sayap lemah menggantung.
Pengendalian : sama dengan pengendalian penyakit tetelo.

4) Berak darah (Coccidiosis)
Gejala : tinja berdarah dan mencret, nafsu makan kurang, sayap terkulasi, bulu kusam menggigil kedinginan.
Pengendalian : (1) menjaga kebersihan lingkungaan, menjaga litter tetap kering; (2) dengan Tetra Chloine Capsule diberikan melalui mulut; Noxal, Trisula Zuco tablet dilarutkan dalam air minum atau sulfaqui moxaline, amprolium, cxaldayocox.

5) Cacar Unggas (Fowl Pox)
Penyebab : Poxvirus, menyerang bangsa unggas dari semua umur dan jenis kelamin.
Gejala : imbulnya keropeng-keropeng pada kulit yang tidak berbulu, seperti pial, kaki, mulut dan farink yang apabila dilepaskan akan mengeluarkan darah.
Pengendalian : vaksin dipteria dan mengisolasi kandang atau puyuh yang terinfksi.

6) Quail Bronchitis
Penyebab : Quail bronchitis virus (adenovirus) yang bersifat sangat menular.
Gejala : puyuh kelihatan lesu, bulu kusam, gemetar, sulit bernafas, batuk dan bersi, mata dan hidung kadang-kadang mengeluarkan lendir serta kadangkala kepala dan leher agak terpuntir.
Pengendalian : pemberian pakan yang bergizi dengan sanitasi yang memadai.

7) Aspergillosis
Penyebab : cendawan Aspergillus fumigatus.
Gejala : Puyuh mengalami gangguan pernafasan, mata terbentuk lapisan putih menyerupai keju, mengantuk, nafsu makan berkurang.
Pengendalian : memperbaiki sanitasi kandang dan lingkungan sekitarnya.

8) Cacingan
Penyebab : sanitasi yang buruk.
Gejala : puyuh tampak kurus, lesu dan lemah.
Pengendalian : menjaga kebersihan kandang dan pemberian pakan yang terjaga kebersihannya.

Panduan pedoman cara budidaya ternak puyuh petelur poc nasa viterna hormonik distributor nasa natural nusantara.

PANEN

1. Hasil Utama, Pada usaha pemeliharaan puyuh petelur, yang menjadi hasil utamanya adalah produksi telurnya yang dipanen setiap hari selama masa produksi berlangsung.

2. Hasil Tambahan, Sedangkan yang merupakan hasil tambahan antara lain berupa daging afkiran, tinja dan bulu puyuh.

Untuk info dan pemesanan Produk Budidaya Burung Puyuh hubungi segera (Call/sms) Organik Nusantara Distributor Resmi PT. Natural Nusanatara :

XL : 081902639545
AS : 085229806161
AXIS : 083837250533
BBM : 30B210F0

www.produknasa.mywapblog.com

TEKNIS BUDIDAYA TERNAK KAMBING DAN DOMBA DENGAN TRKNOLOGI ORGANIK NASA

NASA

BUDIDAYA TERNAK KAMBING DAN DOMBA.

Budidaya Ternak Kambing dan Domba dengan Produk Organik NASA. Pola peternakan kambing dan domba potong atau pedaging di Indonesia sebagian besar masih berskala kecil sehingga perlu diupayakan secara lebih intensif. Pertambahan penduduk yang tinggi di Indonesia ditambah dengan semakin meningkatnya daya beli masyarakat menyebabkan kebutuhan daging selama ini belim mencukupi permintaan. Produksi dalam negeri untuk daging baru mencapai ± 400.000 ton/tahun, sehingga sampai dengan saat ini masih mengandalkan impor daging.

Untuk itu PT. NATURAL NUSANTARA dengan prinsip K-3 (Kuantitas, Kualitas dan Kesehatan) berupaya menbantu meningkatkan budidaya kambing dan domba potong dengan target sasaran tercapainya peningkatan kualitas dan kuantitas daging.

A. PENGGEMUKAN

Penggemukan kambing atau domba adalah suatu aktivitas pemeliharaan kambing atau domba dewasa yang sebelumnya dalam kondisi kurus selanjutnya ditingkatkan barat badannya melalui proses pembesaran daging dalam waktu 3-5 bulan.

B. JENIS KAMBING DAN DOMBA POTONG

1. Kambing Kacang. Cirinya adalah badan kecil dan relatif pendek, telinga pendek dan tegak, jantan dan betina memiliki tanduk, leher pendek dan punggung meninggi, warna bulu bervariasi, ada yang hitam, coklat, merah atau belang hitam-putih.

2. Kambing Peranakan Etawa (PE). Sasaran utama dari kambing PE pada dasarnya adalah penghasil susu, tetapi dapat digunakan juga sebagai penghasil daging, terutama setelah masa afkir. Ciri dari kambing ini adalah bagian hidung ke atas melengkung, panjang telinga antara 15-30 cm, menggantung ke bawah dan sedikit kaku, warna bulu bervariasi antara hitam dan coklat, memiliki bulu tebal dan agak panjang dibawah leher dan pundak (jantan), di bagian bawah ekor (betina).

3. Domba Ekor Gemuk. Memiliki ciri bentuk ekor yang panjang, tebal, besar dan semakin ke ujung makin kecil; tidak mempunyai tanduk; sebagian besar bewarna putih, tetapi ada anaknya yang bewarna hitam atau kecoklatan.

4. Domba Ekor Tipis. Memiliki ciri tubuh yang kecil, ekor relatif kecil dan tipis, bulu bewarna putih, tidak bertanduk (betina), bertanduk kecil dan melingkar (jantan).

C. PEMILIHAN BIBIT

Bibit kambing atau domba bakalan yang baik untuk pengggemukan adalah sebagai berikut :

1. Umur antara 8 bulan – 1 tahun.

2. Ukuran badan normal, sehat, bulu bersih dan mengkilap, garis punggung dan pinggang lurus.

3. Keempat kaki lurus, kokoh dan tumit terlihat tinggi.

4. Tidak ada cacat pada bagian tubuhnya, tidak buta.

5. Hidung bersih, mata tajam dan bersih serta anus bersih.

D. TATA PEMELIHARAAN KAMBING DAN DOMBA

¤ Perkandangan
Pada umumnya tipe kandang pada ternak kambing dan domba adalah berbentuk panggung. Konstruksi kandang dibuat panggung di mana di bawah lantai kandang terdapat kolong untuk menampung kotoran. Dengan adanya kolong berfungsi untuk menghindari kebecekan dan kontak langsung dengan tanah yang bisa jadi tercemar penyakit. Lantai kandang ditinggikan antara 0,5 – 2 m. Bak pakan dapat ditempelkan pada dinding. Ketinggian bak pakan untuk kambing dan domba berbeda. Bak pakan untuk kambing dibuat agak tinggi, kira-kira sebahunya karena kebiasaan kambing memakan daun-daun perdu.

Untuk Domba, dasar bak pakan horizontal dengan lantai kandang karena kebiasaan domba merumput. Lantai kandang dibuat dari kayu papan atau belahan bambu yang disusun dengan jarak 2-3 cm. Dengan demikian, kotoran dan air kencing mudah jatuh pada kolong, sementara tracak/kaki kambing dan domba tidak mudah terperosok dan terjepit terjepit.

¤ Ukuran Kandang :
- Anak : 1 X 1,2 m /2 ekor (lepas sapih),
- Jantan dewasa : 1,2 X 1,2 m/ ekor,
- Dara/ Betina dewasa :1 X 1,2 m /ekor,
- Induk dan anak 1,5 X 1,5 m/induk + 2 anak.

Dasar kolong kandang digali sedalam ±20 cm dibagian pinggirnya dan 30-50 cm pada bagian tengah serta dibuatkan saluran yang menuju bak penampung kotoran. Kotoran kemudian dapat diproses untuk menjadi pupuk kandang. Dan sudah semestinya kandang harus terjaga kebersihannya sehingga ternak kambing dan domba lebih sehat karena tidak mudah terserang penyakit.

¤ Pakan
Pakan utama yang umum diberikan berupa hijauan segar, seperti rumput, legum(daun lamtoro dan turi, dll) atau aneka hijauan (daun singkong yang mempunyai protein cukup tinggi), daun nangka dan daun pepaya). Khusus legume dan aneka hijauan sebelum diberikan pada ternak sebaiknya dilayukan terlebih dahulu 2-3 jam dibawah terik matahari untuk menghilangkan racun yang ada dalam hijauan tersebut.

Selain pakan hijauan, dapat juga ditambah dengan pakan padat atau konsentrat. Jenis yang dapat digunakan adalah bekatul, ampas tahu, ketela pohon (dicacah dahulu). Jenis pakan tersebut relatif murah dan mudah dibeli di mana saja. Pakan konsentrat ini akan memberikan sumbangan cukup besar untuk kebutuhan nutrisinya. Kebutuhan setiap ekor kira-kira 3 kg per hari dengan komposisi 40% berkatul 40% ampas tahu dan 20% ketela pohon.

Teknik pemberian konsentrat disarankan jangan bersamaan dengan hijauan, karena pakan ini mempunyai daya cerna dan kandungan nutrisi yang berbeda dengan hijauan. Jumlah pemberian konsentrat sekitar 3 kg/ekor/hari.

Contoh pola pemberian pakan pada ternak kambing :

Pakan Waktu = Hijauan = Konsentrat
Pagi (+ Pukul : 08.00) = Rumput, Legume = Bekatul, ampas tahu, ampas singkong
Sore (+ Pukul : 15.00) = Rumput, Legume = Bekatul, ampas tahu, ampas singkong

Catatan: Pemberian konsentrat disarankan diberikan saat kambing atau domba sudah banyak mengkonsumsi hijauan, tetapi belum terlihat kenyang.

Selain pemberian rumput dan konsentrat, masih dibutuhkan pakan pelengkap dengan kandungan gizi ternak lengkap yang belum terdapat pada hijauan maupun konsentrat untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan produksi ternak. Sehingga target budidaya ternak yaitu pertumbuhan optimal dan sehat dapat tercapai. Sebagai pakan pelengkap maka PT. NATURAL NUSANTARA mengeluarkan suplemen khusus ternak yaitu VITERNA. Produk ini menggunakan teknologi asam amino yang diciptakan dengan pendekatan fisiologis tubuh Kambing dan Domba, yaitu dengan meneliti berbagai nutrisi yang dibutuhkan ternak.

VITERNA Plus mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan ternak, yaitu :

- Asam-asam amino esensial, yaitu Arginin, Hiistidin, Leusin, Isoleusin dan lain-lain sebagai penyusun protein tubuh, pembentuk sel dan organ tubuh.

- Vitamin lengkap yang berfungsi untuk berlangsungnya proses fisiologis tubuh yang normal dan meningkatkan ketahanan tubuh kambing/domba dari serangan penyakit.

- Mineral-mineral lengkap yaitu N, P, K, Ca, mg , Cl dan lain-lain sebagai penyusun tulang, darah dan berperan dalam sintesis enzim untuk memperlancar proses metabolisme dalam tubuh.

Cara penggunaannya adalah dengan dicampurkan dalam air minum atau komboran pakan konsentrat dengan dosis : ±10 cc atau 1 tutup botol VITERNA /ekor/hari. Penambahan VITERNA Plus tersebut dilakukan pada pemberian air minum atau komboran yang pertama.

¤ Tatalaksana Reproduksi Tata laksana reproduksi meliputi :

- Dengan pengelolaan yang baik kambing/domba dapat melahirkan 7 bulan sekali.

- Perkawinan kembali setelah melahirkan 1bulan kemudian.

- Penyapihan anak dilaksanakan pada 3 – 4 bulan.

- Umur dewasa kelamin 8 – 10 bulan.

- Siklus birahi 17 – 21 hari.

- Lama birahi 24 – 40 jam, bila birahi pagi maka sore atau esok harinya harus dikawinkan.

- Masa kebuntingan : 5 bulan.

E. PENGENDALIAN PENYAKIT

Tindakan pertama yang dilakukan pada usaha pemeliharaan Kado adalah melakukan pencegahan terjangkitnya penyakit pada ternak. Beberapa langkah pencegahan adalah sebagai berikut :

- Lahan yang digunakan untuk memelihara Kado harus bebas dari penyakit menular.

- Kandang Kado harus kuat, aman dan bebas penyakit. Apabila digunakan kandang bekas kado yang telah terserang penyakit, kandang cukup dicucihamakan dengan disinfektan, kemudian dibiarkan beberapa saat. Apabila kandang tersebut bekas kado sehat cukup dicuci dengan air biasa.

- Kado yang baru masuk sebaiknya dimasukkan ke kandang karantina dulu dengan perlakuan khusus. Ternak yang diduga bulunya membawa penyakit sebaiknya dimandikan dan digosok dengan larutan sabun karbol, Neguvon, Bacticol Pour, Triatex atau Granade 5% EC dengan konsentrasi 4,5 gram/3 liter air. Untuk membasmi kutu, Kado dapat juga dimandikan larutan Asuntol berkonsentrasi 3-6 gram/3 liter air.

- Kandang dan lingkungan tidak boleh lembap dan bebas dari genangan air. Kelembapan yang tinggi dan genangan air mengakibatkan perkembangan nyamuk atau hewan sejenis yang menggigit dan menghisap darak ternak.

- Dilakukan vaksinasi secara teratur. Vaksinasi bertujuan untuk mencegah terjangkitnya penyakit oleh Virus.

Beberapa penyakit yang dapat menyerang Kambing dan domba adalah :

1. Penyakit parasit (kudis, kutu, cacingan);
2. Penyakit Bakterial (Antarks, Cacar mulut, Busuk Kuku);
3. Penyakit Virus (Orf);
4. Penyakit lain (Keracunan sianida, Kembung Perut, Keguguran).

Hal penting dalam pengendalian penyakit adalah meningkatkan kesehatan ternak dan kebersihan kandang dan lingkungan sekitarnya serta monitoring/pengamatan yang kontinyu pada ternak sehingga apabila terdapat gejala penyakit, segera dapat diketahui jenis penyakit tersebut dan cara pencegahan dan pengobatannya.

Untuk Info dan Pemesanan Produk Budidaya Ternak Kambing dan Domba Hubungi segera (call/sms) Organik Nusantara Distributor Resmi PT. Natural Nusantara :

XL : 081902639545
AS : 085229806161
AXIS : 083837250533
BBM : 30B210F0

www.produknasa.mywapblog.com

Selasa, 09 Desember 2014

TEKNIS BUDIDAYA TERNAK ITIK BEBEK DENGAN TRKNOLOGI ORGANIK NASA

TEKNIS BUDIDAYA TERNAK ITIK BEBEK DENGAN TEKNOLOGI ORGANIK NASA

NASA

TEKNIS BUDIDAYA TERNAK ITIK BEBEK DENGAN PRODUK ORGANIK NASA

Cara Beternak Itik Bebek dengan Produk Organik NASA. Sebutan itik dikenal juga dengan sebutan bebek (bahasa jawa). Awal mulanya bebek atau itik berasal dari daratan Amerika yang merupakan itik liar (Anas Moscha). Selanjutnya untuk waktu yang cukup lama dijinakkan oleh manusia dan lahirlah jenis itik ternakan (Anas Domesticus) seperti yang saat ini ada.

Permintaan produk bebek, baik berupa daging maupun telur sebagai sumber protein hewani untuk kebutuhan pangan manusia saat ini terus mengalami peningkatan cukup signifikan. Untuk mendukung keberhasilan ternak bebek atau itik maka PT. Natural Nusantara mengeluarkan serangkaian teknologi siap pakai yang sudah dikemas dalam bentuk produk. Produk suplemen nutrisi ini berbasis organik dan sangat penting dalam mendukung keberhasilan peternakan bebek di Indonesia.

A. JENIS-JENIS BEBEK.

Penggolongan bebek menurut tipenya dikelompokkan menjadi 3, yaitu :

- Bebek petelur seperti Indian Runner, Khaki Campbell, Buff (Buff Orpington) dan CV 2000-INA;

- Bebek pedaging seperti Peking, Rouen, Aylesbury, Muscovy, Cayuga;

- Bebek ornamental (itik kesayangan/hobby) seperti East India, Call (Grey Call), Mandariun, Blue Swedish, Crested, Wood.

Jenis bibit unggul yang banyak dibudidayakan di Indonesia adalah jenis bebek, seperti bebek tegal, bebek khaki campbell, bebek alabio, bebek mojosari, bebek bali, bebek CV 2000-INA dan jenis-jenis bebek petelur unggul lainnya yang merupakan produk hasil pengembangan dari BPT (Balai Penelitian Ternak) Ciawi, Bogor.

B. LOKASI PETERNAKAN

Mengenai lokasi kandang yang perlu diperhatikan adalah: letak lokasi lokasi jauh dari keramaian/pemukiman penduduk, mempunyai letak transportasi yang mudah dijangkau dari lokasi pemasaran dan kondisi lingkungan kandang mempunyai iklim yang kondusif bagi produksi ataupun produktivitas ternak. Itik serta kondisi lokasi tidak rawan penggusuran dalam beberapa periode produksi.

C. TEKNIS BUDIDAYA

1. Perkandangan
¤ Hal-Hal yang perlu diperhatikan dalam menyiapkan tempat bedidaya :

- Penyiapan Sarana dan Peralatan
- Persyaratan temperatur kandang ± 39 ° C.
- Kelembaban kandang berkisar antara 60-65%
- Penerangan kandang diberikan untuk memudahkan pengaturan kandang agar tata kandang sesuai dengan fungsi bagian-bagian kandang.

¤ Model atau tipe kandang ada 3 (tiga) jenis, yaitu :

- Kandang untuk anak itik (DOD) oada masa stater bisa disebut juga kandang box, dengan ukuran 1 m 2 mampu menampung 50 ekor DOD.

- Kandang Brower (untuk itik remaja) disebut model kandang Ren/ kandang kelompok dengan ukuran 16-100 ekor perkelompok.

- Kandang layar ( untuk itik masa bertelur) modelnya bisa berupa kandang baterei ( satu atau dua ekor dalam satu kotak) bisa juga berupa kandang lokasi ( kelompok) dengan ukuran setiap meter persegi 4-5 ekor itik dewasa ( masa bertelur atau untuk 30 ekor itik dewasa dengan ukuran kandang 3 x 2 meter).

Kondisi kandang tidak harus dari bahan yang mahal tetapi cukup sederhana asal tahan lama (kuat). Selanjutnya dilengkapi dengan beberapa perlengkapan kandang, seperti : tempat makan, tempat minum dan perelengkapan tambahan lainnya.

2. Pembibitan
Ternak itik yang dipelihara harus benar-benar merupakan ternak unggul yang telah diuji keunggulannya dalam memproduksi hasil ternak yang diharapkan.

¤ Pemilihan bibit dan calon induk.
Ada 3 (tiga) cara memperoleh bibit itik yang baik, yaitu sebagai berikut :

- Membeli telur tetas dari induk itik yang dijamin keunggulannya.

- Memelihara induk itik yaitu pejantan + betina unggul untuk mendapatkan telur tetas kemudian meletakannya pada mentok, ayam atau mesin tetas.

- Membeli DOD (Day Old Duck) dari pembibitan yang sudah dikenal mutunya maupun yang telah mendapat rekomendasi dari Dinas Peternakan setempat.

Keterangan : Ciri DOD yang baik adalah tidak cacat (tidak sakit) dengan warna bulu kuning mengkilap.

¤ Perawatan bibit dan calon induk.

3. Perawatan Bibit.
Bibit (DOD) yang baru saja tiba dari pembibitan, hendaknya ditangani secara teknis agar tidak salah rawat. Adapun penanganannya sebagai berikut :

Bibit diterima dan ditempatkan pada kandang brooder (indukan) yang telah dipersiapkan sebelumnya. Dan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam brooder adalah temperatur brooder diusahakan yang anak itik tersebar secara merata, kapasitas kandang brooder (box) untuk 1 m² mampu menampung 50 ekor DOD, tempat pakan dan tempat minum sesuai dengan ketentuan yaitu jenis pakan itik fase stater. Tambahkan VITERNA pada air minumnya untuk memberikan energi pada bibit itik dan mencegah stres yang bisa berakibat pada tingginya kematian bibit itik.

¤ Perawatan calon Induk. Calon induk itik ada dua macam yaitu induk untuk produksi telur konsumsi dan induk untuk produksi telur tetas. Perawatan keduanya sama saja, perbedaannya hanya pada induk untuk produksi telur tetas harus ada pejantan dengan perbandingan 1 jantan untuk 5 – 6 ekor betina.

¤ Reproduksi dan Perkawinan.
Reproduksi atau perkembangbiakan dimaksudkan untuk mendapatkan telur tetas yang fertil/terbuahi dengan baik oleh itik jantan. Sedangkan sistem perkawinan dikenal ada dua macam yaitu itik hand mating/pakan itik yang dibuat oleh manusia dan nature mating (perkawinan itik secara alami).

D. PEMELIHARAAN

1. Sanitasi dan Tindakan Preventif.
Sanitasi kandang mutlak diperlukan dalam pemeliharaan itik dan tindakan preventif (pencegahan penyakit) perlu diperhatikan sejak dini untuk mewaspadai timbulnya penyakit.

2. Pengontrol Penyakit.
Dilakukan setiap saat dan secara hati-hati serta menyeluruh. Cacat dan tangani secara serius bila ada tanda-tanda kurang sehat pada itik.
(3) Pakan Ternak;

3. Pemberian Pakan.
Pemberian pakan itik tersebut dalam tiga fase, yaitu fase stater (umur 0–8 minggu), fase grower (umur 8–18 minggu) dan fase layar (umur 18–27 minggu). Pakan ketiga fase tersebut berupa pakan jadi dari pabrik (secara praktisnya) dengan kode masing- masing fase.
Cara memberi pakan tersebut terbagi dalam empat kelompok yaitu :

- Umur 0-16 hari diberikan pada tempat pakan datar (tray feeder).

- Umur 16-21 hari diberikan dengan tray feeder dan sebaran dilantai.

- Umur 21 hari sampai 18 minggu disebar dilantai.

- Umur 18 minggu–72 minggu, ada dua cara yaitu : 7 hari pertama secara pakan peralihan dengan memperhatikan permulaan produksi bertelur sampai produksi mencapai 5%. Setelah itu pemberian pakan itik secara ad libitum (terus menerus).

Dalam hal pakan itik secara adlibitum, untuk menghemat pakan biaya baik tempat ransum sendiri yang biasa diranum dari bahan-bahan seperti jagung, bekatul, tepung ikan, tepung tulang, bungkil dan penggunaan VITERNA sebagai feed suplemen.

¤ Pemberian minuman itik, berdasarkan pada umur itik juga yaitu :

- Umur 0-7 hari, untuk 3 hari pertama air minum yang ditambah VITERNA.

- Umur 7-28 hari, tempat minum dipinggir kandang dan air minum diberikan secara ad libitum (terus menerus) dengan penambahan VITERNA pada air minumnya.

- Umur 28 hari-afkir, tempat minum berupa empat persegi panjang dengan ukuran 2 m x 15 cm dan tingginya 10 cm untuk 200-300 ekor. Tiap hari dibersihkan dan berikan VITERNA untuk campuran air minumnya.

¤ Ternak Bebek Pedaging Dan Bebek Petelur Produk Natural Nusantara (NASA) yang digunakan adalah :

- VITERNA
- POC NASA
- HORMONIK

¤ Dosis Produk NASA :
1 botol VITERNA + 1 botol HORMONIK + POC NASA = 1100 cc cukup untuk sekitar 100 ekor.

¤ Cara pakai :
Campur jadi satu wadah, 1 botol VITERNA PLUS + 1 botol POC NASA + 1 botol HORMONIK . Kemudian ambil 1 tutup (10 cc) campur dengan 10 Liter air minum ternak / pakan apa saja. Cukup diberikan 2 x sehari. Untuk bebek petelur cukup 3 hari sekali (supaya tidak kegemukan, dan produksi telur tetap lancar dan meningkat).

Khusus Bebek petelur, VITERNA boleh diberikan setiap hari sejak DOC umur 2 bulan ke atas. Sedangkan pada ternak bebek potong boleh diberikan setiap hari mulai umur 2 hari.

¤ Tips & Trik :
Tips mudah agar beternak bebek potong lebih cepat panen dan irit pakan. Target Panen dalam tempo 2-3 bulan.

Per 1.000 ekor bibit memerlukan 5 botol VITERNA PLU S + 5 botol POC NASA + 5 botol HORMONIK. Campurkan semuanya jadi satu. Ambil 10 cc (1 tutup) campur dengan air minum ternak. Berikan 2 x sehari.

¤ Manfaat VITERNA + POC NASA + HORMONIK :
Meningkatkan nafsu makan ternak sehingga cepat panen & mengirit pakan, mencegah stres, ternak sehat, tahan penyakit, kotoran tidak berbau, angka kematian sangat rendah, menghasilkan daging berkualitas tinggi karena rendah kolesterol, mempercepat pertumbuhan ternak.

¤ Tata Laksana Pemeliharaan.
Pemeliharaan Kandang Kandang hendaknya selalu dijaga kebersihan dan daya gunanya agar produksi tidak terpengaruh dari kondisi kandang yang ada.

E. PENYAKIT

Secara garis besar penyakit itik dikelompokkan dalam dua hal, yaitu :

- Penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti virus, bakteri dan protozoa.

- Penyakit yang disebabkan oleh defisiensi zat makanan dan tata laksana perkandangan yang kurang tepat.

Jenis penyakit yang biasa terjangkit pada itik adalah :

1) Penyakit Duck Cholera
Penyebab : bakteri Pasteurela avicida.
Gejala : mencret, lumpuh, tinja kuning kehijauan.
Pengendalian : sanitasi kandang,pengobatan dengan suntikan penisilin pada urat daging dada dengan dosis sesuai label obat.

2) Penyakit Salmonellosis
Penyebab : bakteri typhimurium.
Gejala : pernafasan sesak, mencret.
Pengendalian : sanitasi yang baik, pengobatan dengan furazolidone melalui pakan dengan konsentrasi 0,04% atau dengan sulfadimidin yang dicampur air minum, dosis disesuaikan dengan label obat.

F. PANEN

Hasil Utama : Usaha ternak itik petelur adalah telur itik Hasil Tambahan : Panen tambah berupa induk afkir, itik jantan sebagai ternak daging dan kotoran ternak sebagai pupuk tanaman yang berharga.

G. PASCA PANEN

Kegiatan pasca panen yang bias dilakukan adalah pengawetan. Dengan pengawetan maka nilai ekonomis telur itik akan lebih lama dibanding jika tidak dilakukan pengawetan. Telur yang tidak diberikan perlakuan pengawetan hanya dapat tahan selama 14 hari jika disimpan pada temperatur ruangan bahkan akan segera membusuk.

Adapun perlakuan pengawetan terdiri dari 5 macam, yaitu :

- Pengawetan dengan air hangat. Pengawetan dengan air hangat merupakan pengawetan telur itik yang paling sederhana. Dengan cara ini telur dapat bertahan selama 20 hari.

- Pengawetan telur dengan daun jambu biji. Perendaman telur dengan daun jambu biji dapat mempertahankan mutu telur selama kurang lebih 1 bulan. Telur yang telah direndam akan berubah warna menjadi kecoklatan seperti telur pindang.

- Pengawetan telur dengan minyak kelapa. Pengawetan ini merupakan pengawetan yang praktis. Dengan cara ini warna kulit telur dan rasanya tidak berubah.

- Pengawetan telur dengan natrium silikat. Bahan pengawetan natrium silikat merupkan cairan kental, tidak berwarna, jernih, dan tidak berbau. Natirum silikat dapat menutupi pori kulit telur sehingga telur awet dan tahan lama hingga 1,5 bulan. Adapun caranya adalah dengan merendam telur dalam larutan natrium silikat10% selama satu bulan.

- Pengawetan telur dengan garam dapur. Garam direndam dalam larutan garam dapur (NaCl) dengan konsentrasi 25-40% selama 3 minggu.

Catatan : Penggunaan produk NASA, Viterna, POC NASA, dan Hormonik ini juga sangat bermanfaat untuk mendukung budidaya peternakan lainnya, seperti Budidaya Kambing, Budidaya Babi, Budidaya Unggas, maupun budidaya hewan hias.

Untuk Info dan Pemesanan Produk Budidaya Ternak Itik Bebek Hubungi segera (call/sms) Organik Nusantara Distributor Resmi PT. Natural Nusantara :

XL : 081902639545
AS : 085229806161
AXIS : 083837250533
BBM : 30B210F0

www.produknasa.mywapblog.com

TEKNIS BUDIDAYA AYAM PEDAGING ( BROILER ) DENGAN TEKNOLOGI ORGANIK NASA

TEKNIS BUDIDAYA TERNAK AYAM PEDAGING ( BROILER ) DENGAN TEKNOLOGI ORGANIK NASA

NASA

Budidaya Ternak Ayam Pedaging (Broiler) dengan Produk Organik NASA. Ayam Pedaging (Broiler) adalah ayam ras yang mampu tumbuh cepat sehingga dapat menghasilkan daging dalam waktu relatif singkat (5-7 minggu).

Broiler mempunyai peranan yang penting sebagai sumber protein hewani asal ternak. PT. NATURAL NUSANTARA berupaya membantu peningkatan produktivitas, kuantitas, kualitas dan efisiensi usaha peternakan ayam broiler secara alami (non-Kimia).

A. Pemilihan Bibit

Bibit yang baik mempunyai ciri : sehat dan aktif bergerak, tubuh gemuk (bentuk tubuh bulat), bulu bersih dan kelihatan mengkilat, hidung bersih, mata tajam dan bersih serta lubang kotoran (anus) bersih.

B. Kondisi Teknis yang Ideal :

- Lokasi kandang. Kandang ideal terletak di daerah yang jauh dari pemukiman penduduk, mudah dicapai sarana transportasi, terdapat sumber air, arahnya membujur dari timur ke barat.

- Pergantian udara dalam kandang. Ayam bernapas membutuhkan oksigen dan mengeluarkan karbondioksida. Supaya kebutuhan oksigen selalu terpenuhi, ventilasi kandang harus baik.

- Kemudahan mendapatkan sarana produksi. Lokasi kandang sebaiknya dekat dengan poultry shop atau toko sarana peternakan. Suhu udara dalam kandang.

- Suhu ideal kandang sesuai umur adalah :

Umur (hari) = Suhu ( 0C )
01 - 07 hari = 34 - 32 OC
08 - 14 hari = 29 - 27 OC
15 - 21 hari = 26 - 25 OC
21 - 28 hari = 24 - 23 OC
29 - 35 hari = 23 - 21 OC

C. Tata Laksana Pemeliharaan Perkembangan.

Tipe kandang ayam Broiler ada dua, yaitu bentuk panggung dan tanpa panggung (litter). Tipe panggung lantai kandang lebih bersih karena kotoran langsung jatuh ke tanah, tidak memerlukan alas kandang sehingga pengelolaan lebih efisien, tetapi biaya pembuatan kandang lebih besar. Tipe litter lebih banyak dipakai peternak, karena lebih mudah dibuat dan lebih murah.

Pada awal pemeliharaan, kandang ditutupi plastik untuk menjaga kehangatan, sehingga energi yang diperoleh dari pakan seluruhnya untuk pertumbuhan, bukan untuk produksi panas tubuh. Kepadatan kandang yang ideal untuk daerah tropis seperti Indonesia adalah 8-10 ekor/m2, lebih dari angka tersebut, suhu kandang cepat meningkat terutama siang hari pada umur dewasa yang menyebabkan konsumsi pakan menurun, ayam cenderung banyak minum, stress, pertumbuhan terhambat dan mudah terserang penyakit.

D. Pakan

Pakan Pakan merupakan 70% biaya pemeliharaan. Pakan yang diberikan harus memberikan zat pakan (nutrisi) yang dibutuhkan ayam, yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral, sehingga pertambahan berat badan perhari (Average Daily Gain/ADG) tinggi. Pemberian pakan dengan sistem ad libitum (selalu tersedia/ tidak dibatasi).

Apabila menggunakan pakan dari pabrik, maka jenis pakan disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan ayam, yang dibedakan menjadi 2 (dua) tahap.

Tahap pertama disebut tahap pembesaran (umur 1 sampai 20 hari), yang harus mengandung kadar protein minimal 23%.

Tahap kedua disebut penggemukan (umur diatas 20 hari), yang memakai pakan berkadar protein 20 %. Jenis pakan biasanya tertulis pada kemasannya. Penambahan POC NASA lewat air minum dengan dosis 1 – 2 cc/liter air minum memberikan berbagai nutrisi pakan dalam jumlah cukup untuk membantu pertumbuhan dan penggemukan ayam broiler. Dapat juga digunakan VITERNA Plus sebagai suplemen khusus ternak dengan dosis 1 cc/liter air minum/hari, yang mempunyai kandungan nutrisi lebih banyak dan lengkap.

Efisiensi pakan dinyatakan dalam perhitungan FCR (Feed Convertion Ratio). Cara menghitungnya adalah, jumlah pakan selama pemeliharaan dibagi total bobot ayam yang dipanen.

Contoh perhitungan : Diketahui ayam yang dipanen 1000 ekor, berat rata-rata 2 kg, berat pakan selama pemeliharaan 3125 kg, maka FCR-nya adalah : Berat total ayam hasil panen 1000 x 2 = 2000 kg FCR = 3125 : 2000 = 1,6 Semakin rendah angka FCR, semakin baik kualitas pakan, karena lebih efisien (dengan pakan sedikit menghasilkan bobot badan yang tinggi). Penggunaan POC NASA atau VITERNA Plus dapat menurunkan angka FCR tersebut.

E. Vaksinasi

Vaksinasi adalah pemasukan bibit penyakit yang dilemahkan ke tubuh ayam untuk menimbulkan kekebalan alami. Vaksinasi penting yaitu vaksinasi ND/tetelo. Dilaksanakan pada umur 4 hari dengan metode tetes mata, dengan vaksin ND strain B1 dan pada umur 21 hari dengan vaksin ND Lasotta melalui suntikan atau air minum.

F. Teknis Pemeliharaan

- Minggu Pertama (hari ke-1-7). Kutuk/DOC dipindahkan ke indukan atau pemanas, segera diberi air minum hangat yang ditambah POC NASA dengan dosis + 1 – 2 cc/liter air minum atau VITERNA Plus dengan dosis + 1 cc/liter air minum/hari dan gula untuk mengganti energi yang hilang selama transportasi. Pakan dapat diberikan dengan kebutuhan per ekor 13 gr atau 1,3 kg untuk 100 ekor ayam. Jumlah tersebut adalah kebutuhan minimal, pada prakteknya pemberian tidak dibatasi. Pakan yang diberikan pada awal pemeliharaan berbentuk butiran-butiran kecil (crumbles).

- Mulai hari ke-2 hingga ayam dipanen air minum sudah berupa air dingin dengan penambahan POC NASA dengan dosis 1 – 2 cc/liter air minum atau VITERNA Plus dengan dosis 1 cc/liter air minum/hari (diberikan saat pemberian air minum yang pertama). Vaksinasi yang pertama dilaksanakan pada hari ke-4.

- Minggu Kedua (hari ke 8 -14). Pemeliharaan minggu kedua masih memerlukan pengawasan seperti minggu pertama, meskipun lebih ringan. Pemanas sudah bisa dikurangi suhunya. Kebutuhan pakan untuk minggu kedua adalah 33 gr per ekor atau 3,3 kg untuk 100 ekor ayam.

- Minggu Ketiga (hari ke 15-21). Pemanas sudah dapat dimatikan terutama pada siang hari yang terik. Kebutuhan pakan adalah 48 gr per ekor atau 4,8 kg untuk 100 ekor. Pada akhir minggu (umur 21 hari) dilakukan vaksinasi yang kedua menggunakan vaksin ND strain Lasotta melalui suntikan atau air minum. Jika menggunakan air minum, sebaiknya ayam tidak diberi air minum untuk beberapa saat lebih dahulu, agar ayam benar-benar merasa haus sehingga akan meminum air mengandung vaksin sebanyak-banyaknya. Perlakuan vaksin tersebut juga tetap ditambah POC NASA atau VITERNA Plus dengan dosis tetap.

- Minggu Keempat (hari ke 22-28). Pemanas sudah tidak diperlukan lagi pada siang hari karena bulu ayam sudah lebat. Pada umur 28 hari, dilakukan sampling berat badan untuk mengontrol tingkat pertumbuhan ayam. Pertumbuhan yang normal mempunyai berat badan minimal 1,25 kg. Kebutuhan pakan adalah 65 gr per ekor atau 6,5 kg untuk 100 ekor ayam. Kontrol terhadap ayam juga harus ditingkatkan karena pada umur ini ayam mulai rentan terhadap penyakit.

- Minggu Kelima (hari ke 29-35). Pada minggu ini, yang perlu diperhatikan adalah tatalaksana lantai kandang. Karena jumlah kotoran yang dikeluarkan sudah tinggi, perlu dilakukan pengadukan dan penambahan alas lantai untuk menjaga lantai tetap kering. Kebutuhan pakan adalah 88 gr per ekor atau 8,8 kg untuk 100 ekor ayam. Pada umur 35 hari juga dilakukan sampling penimbangan ayam. Bobot badan dengan pertumbuhan baik mencapai 1,8 – 2 kg. Dengan bobot tersebut, ayam sudah dapat dipanen.

- Minggu Ke enam (hari ke-36-42). Jika ingin diperpanjang untuk mendapatkan bobot yang lebih tinggi, maka kontrol terhadap ayam dan lantai kandang tetap harus dilakukan. Pada umur ini dengan pertumbuhan yang baik, ayam sudah mencapai bobot 2,25 kg.

G. Penyakit

Penyakit yang sering menyerang ayam broiler yaitu :

- Tetelo (Newcastle Disease/ND). Disebabkan virus Paramyxo yang bersifat menggumpalkan sel darah. Gejalanya ayam sering megap-megap, nafsu makan turun, diare dan senang berkumpul pada tempat yang hangat. Setelah 1 – 2 hari muncul gejala syaraf, yaitu kaki lumpuh, leher berpuntir dan ayam berputar-putar yang akhirnya mati. Ayam yang terserang secepatnya dipisah, karena mudah menularkan kepada ayam lain melalui kotoran dan pernafasan. Belum ada obat yang dapat menyembuhkan, maka untuk mengurangi kematian, ayam yang masih sehat divaksin ulang dan dijaga agar lantai kandang tetap kering.

- Gumboro (Infectious Bursal Disease/IBD). Merupakan penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh yang disebabkan virus golongan Reovirus. Gejala diawali dengan hilangnya nafsu makan, ayam suka bergerak tidak teratur, peradangan disekitar dubur, diare dan tubuh bergetar-getar. Sering menyerang pada umur 36 minggu. Penularan secara langsung melalui kotoran dan tidak langsung melalui pakan, air minum dan peralatan yang tercemar. Belum ada obat yang dapat menyembuhkan, yang dapat dilakukan adalah pencegahan dengan vaksin Gumboro.

- Penyakit Ngorok (Chronic Respiratory Disease). Merupakan infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh bakteri Mycoplasma gallisepticum Gejala yang nampak adalah ayam sering bersin dan ingus keluar lewat hidung dan ngorok saat bernapas. Pada ayam muda menyebabkan tubuh lemah, sayap terkulai, mengantuk dan diare dengan kotoran berwarna hijau, kuning keputih-keputihan. Penularan melalui pernapasan dan lendir atau melalui perantara seperti alat-alat. Pengobatan dapat dilakukan dengan obat-obatan yang sesuai.

- Berak Kapur (Pullorum). Disebut penyakit berak kapur karena gejala yang mudah terlihat adalah ayam diare mengeluarkan kotoran berwarna putih dan setelah kering menjadi seperti serbuk kapur. Disebabkan oleh bakteri Salmonella pullorum.

Kematian dapat terjadi pada hari ke-4 setelah infeksi. Penularan melalui kotoran. Pengobatan belum dapat memberikan hasil yang memuaskan, yang sebaiknya dilakukan adalah pencegahan dengan perbaikan sanitasi kandang.

Infeksi bibit penyakit mudah menimbulkan penyakit, jika ayam dalam keadaan lemah atau stres. Kedua hal tersebut banyak disebabkan oleh kondisi lantai kandang yang kotor, serta cuaca yang jelek. Cuaca yang mudah menyebabkan ayam lemah dan stres adalah suhu yang terlalu panas, terlalu dingin atau berubah-ubah secara drastis. Penyakit, terutama yang disebabkan oleh virus sukar untuk disembuhkan.

Untuk itu harus dilakukan sanitasi secara rutin dan ventilasi kandang yang baik. Pemberian POC NASA yang mengandung berbagai mineral penting untuk pertumbuhan ternak, seperti N, P, K, Ca, Mg, Fe dan lain-lain serta dilengkapi protein dan lemak nabati, mampu meningkatkan pertumbuhan ayam, ketahanan tubuh ayam, mengurangi kadar kolesterol daging dan mengurangi bau kotoran. Untuk hasil lebih optimal, pemberian POC NASA dapat dicampur dengan Hormonik dosis 1 botol POC NASA dicampur dengan 1-2 tutup botol Hormonik, atau 1 botol POC NASA dicampur dengan 2-4 kapsul Asam Amino. Dapat juga menggunakan VITERNA Plus yang merupakan suplemen khusus ternak dengan kandungan :

- Mineral-mineral yang penting untuk pertumbuhan tulang, organ luar dan dalam, pembentukan darah dan lain-lain.

- Asam-asam amino utama seperti Arginin, Histidin, Isoleucine, Lycine, Methionine , Phenylalanine, Threonine, Thryptophan, dan Valine sebagai penyusun protein untuk pembentukan sel, jaringan, dan organ tubuh.

- Vitamin-vitamin lengkap, yaitu A, D, E, K, C dan B Komplek untuk kesehatan dan ketahanan tubuh.

H. Sanitasi/Cuci Hama Kandang

Sanitasi kandang harus dilakukan setelah panen. Dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu pencucian kandang dengan air hingga bersih dari kotoran limbah budidaya sebelumnya. Tahap kedua yaitu pengapuran di dinding dan lantai kandang. Untuk sanitasi yang sempurna selanjutnya dilakukan penyemprotan dengan formalin, untuk membunuh bibit penyakit. Setelah itu dibiarkan minimal selama 10 hari sebelum budidaya lagi untuk memutus siklus hidup virus dan bakteri, yang tidak mati oleh perlakuan sebelumnya.

Untuk Info dan Pemesanan Produk Budidaya Ayam Pedaging (Broiler) Hubungi segera (call/sms) Organik Nusantara Distributor Resmi PT. Natural Nusantara :

XL : 081902639545
AS : 085229806161
AXIS : 083837250533
BBM : 30B210F0

www.produknasa.mywapblog.com

TEKNIS BUDIDAYA AYAM KAMPUNG DENGAN TEKNOLOGI ORGANIK NASA

TEKNIS BUDIDAYA AYAM KAMPUNG DENGAN TEKNOLOGI ORGANIK NASA

NASA

Cara Budidaya Ternak Ayam Kampung Organik NASA . Ayam kampung biasa dibudidayakan oleh peternak di Indonesia dengan cara diumbar, atau ayam dibiarkan berkeliaran dan mencari makan sendiri. Namun cara ini dipandang kurang memiliki nilai ekonomis jika tujuan pemeliharaan untuk profit oriented. Pola pemeliharaan ayam kampung secara intensif merupakan cara yang bisa mendatangkan keuntungan sebagai sebuah bisnis. Permintaan daging ayam kampung yang cukup besar memberikan peluang bisnis yang menggiurkan untuk budidaya ayam kampung secara intensif.

Perawatan ayam kampung yang dipelihara secara intensif memiliki sedikit perbedaan dengan perawatan ayam kampung cara tradisional. Selain memerlukan perhatian yang ekstra juga masalah pemberian makanan harus lebih diatur. Memelihara ayam kampung secara intensif memiliki keungulan, yaitu lebih mudah melakukan kontrol terhadap penyakit.

Agar dalam usaha budidaya ayam kampung super secara intensif ini bisa berhasil, diperlukan manajemen dan tata kelola yang baik dan benar. Ada beberapa faktor yang menjadi penentu keberhasilan usaha budidaya ayam kampung secara intensif.

Faktor-faktor yang penting diperhatikan dalam usaha budidaya ayam kampung secara intensif antara lain :

A. PEMILIHAN BIBIT PADA AYAM KAMPUNG.

Bibit ayam kampung atau lebih dikenal dengan DOC merupakan hal yang penting untuk diperhatikan. Jika tujuan pemeliharaan ayam kampung untuk tujuan diambil daging, maka memilih DOC dari keturunan ayam yang bertubuh besar dan pertumbuhan yang cepat diprioritaskan. Selain itu waktu penetasan bibit ayam kampung (DOC) harus tepat waktu(21 hari) tidak terlalu cepat atau terlalu lama.

Ciri-ciri DOC yang memiliki kualitas bagus antara lain berdiri tegap, sehat dan tidak cacat, mata bersinar, pusar terserap sempurna, bulu bersih dan mengkilap. Jangan lupa memberikan vaksinasi sesuai usia DOC.

B. MASALAH PAKAN PADA AYAM KAMPUNG.

Pakan pada ayam kampung memegang peranan yang cukup penting dalam menentukan pertumbuhan ayam kampung. Meski demikian sebenarnya pakan untuk ayam kampung tidaklah serumit pakan untuk ayam lain seperti broiler, ayam petelur dan lain-lain.

Bahan pakan yang bisa diberikan antara lain : konsentrat, dedak, jagung. Selain makanan pabrikan tersebut bisa juga diberikan pakan alternatif seperti sisa dapur/ warung, roti BS, mie instant remuk, bihun BS, dan lain sebagainya. Pakan alternatif tersebut cukup bisa menghemat biaaya produksi sehingga keuntungan usaha ayam kampung bisa meningkat.

Yang terpenting dalam menyusun ransum untuk ayam kampung harus memperhatikan kebutuhan nutrisi ayam kampung yaitu protein kasar (PK) sebesar 12% dan energi metabolis (EM) sebesar 2500 Kkal/kg. Untuk Jumlah pakan yang diberikan untuk ayam kampung disesuaikan dengan usia ayam kampung itu sendiri, seperti berikut :

- 7 gram/per hari sampai umur 1 minggu
- 19 gram/per hari sampai umur 2 minggu
- 34 gram/per hari sampai umur 3 minggu
- 47 gram/per hari sampai umur 4 minggu
- 58 gram/per hari sampai umur 5 minggu
- 66 gram/per hari sampai umur 6 minggu
- 72 gram/per hari sampai umur 7 minggu
- 74 gram/per hari sampai umur 8 minggu

Selain makanan, ayam kampung memerlukan minuman. Minuman diberikan secara tidak terbatas, disediakan wadah untuk minuman, jika habis ditambahkan lagi.

Untuk mendukung keberhasilan budidaya ayam kampung, PT Natural Nusantara (NASA) mengeluarkan serangkaian produk vitamin yang sangat bermanfaat bagi peningkatan produktivitas peternakan ayam kampung, baik dari segi kualitas, kuantitas, dan efektivitas. Produk tersebut di antaranya VITERNA, POC NASA, HORMONIK.

VITERNA Plus merupakan suplemen khusus ternak dengan kandungan :

- Mineral-mineral yang penting untuk pertumbuhan tulang, organ luar dan dalam, pembentukan darah dan lain-lain.

- Asam-asam amino utama seperti Arginin, Histidin, Isoleucine, Lycine, Methionine , Phenylalanine, Threonine, Thryptophan, dan Valine sebagai penyusun protein untuk pembentukan sel, jaringan, dan organ tubuh.

- Vitamin-vitamin lengkap, yaitu A, D, E, K, C dan B Komplek untuk kesehatan dan ketahanan tubuh.

Pemberian POC NASA yang mengandung berbagai mineral penting untuk pertumbuhan ternak, seperti N, P, K, Ca, Mg, Fe dan lain-lain serta dilengkapi protein dan lemak nabati, mampu meningkatkan pertumbuhan ternak ayam kampung, ketahanan tubuh babi, mengurangi kadar kolesterol daging dan mengurangi bau kotoran. Untuk hasil lebih optimal, pemberian POC NASA disarankan ditambahkan dengan Hormonik.

Hormonik berperan sebagai zat pengatur tumbuh, di mana keberadaannya akan sangat penting dalam membantu meningkatkan pertumbuhan ternak babi. Sehingga budidaya ternak ayam kampung bisa dilakukan dalam waktu lebih singkat tetapi tetap mendapatkan hasil yang optimal.

Pemakaian VITERNA Plus, POC NASA , dan HORMONIK bisa dilakukan sebagai campuran air minum yang diberikan sepanjang hari. Bisa pula dicampurkan sebagai pembasah pada pakan konsentrat.

C. SISTEM KANDANG AYAM KAMPUNG

Ada tiga macam kandang, yakni kandang box, kandang postal dan kandang baterai. Kandang box sebagai tempat pemeliharaan anakan ayam kampung unggulan atau DOC. Disebut kandang box karena bentuknya yang memang kotak.

Dalam kadang box ukuran 1 x 1 m dapat diisi sebanyak 40 -45 DOC. Lama pemeliharaan DOC dalam kandang box +- 20 hari. Untuk menjaga kehangatan kandang diberikan lampu pada kandang box dengan suhu 30 – 32 derajat celcius.

Memasuki hari ke-21 ayam kampung dipindah ke kandang pembesaran atau kandang postal. Ukuran kandang postal menyesuaikan dengan jumlah ayam kampung yang dipelihara. Kandang postal ukuran 5 x 20 m bisa diisi sebanyak 1200 ekor ayam kampung unggulan. Lama pemeliharan dalam kandang postal ini adalah ketika ayam kampung unggulan berumur 21 hari sampai waktu panen.

Untuk kandang baterai diperlukan sebagai kandang untuk indukan atau ayam kampung petelur. Lokasi kandang yang ideal adalah memiliki jarak dengan permukiman minimal 5 m, tidak lembab, sinar matahari pagi dapat masuk dan sirkulasi udara cukup baik. Sebaiknya memilih lokasi yang agak rindang dan terhalangi oleh bangunan atau tembok lain agar angin tidak berhembus langsung ke dalam kandang. Sebelum kandang diisi dengan ayam kampung, perlu dilakukan penyucihamaan dengan disinfektan yang tidak berbahaya bagi ayam.

D. PENGENDALIAN PENYAKIT AYAM KAMPUNG

Penyakit pada ayam kampung kerap kali menimbulkan masalah dan kerugian yang besar. Karena itu pengendalian dan pencegahan penyakit penting untuk dilakukan. Beberapa tindakan yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit antara lain :

- Menjaga sanitasi lingkungan kandang, peralatan kandang dan manusianya.
- Pemberian pakan yang fresh dan sesuai kebutuhan ternak.
- Pemilihan lokasi peternakan di daerah yang bebas penyakit.
- Manajemen pemeliharaan yang baik.
- Kontrol terhadap binatang lain.

Dengan pemeliharaan ayam kampung secara intensif dapat meningkatkan pemenuhan kebutuhan daging ayam kampung yang semakin meningkat.

Untuk Info dan Pemesanan Produk Budidaya Ayam kampung Hubungi segera (call/sms) Organik Nusantara Distributor Resmi PT. Natural Nusantara :

XL : 081902639545
AS : 085229806161
AXIS : 083837250533
BBM : 30B210F0

www.produknasa.mywapblog.com

Senin, 10 Maret 2014

Bisnis Sapi Untung Ratusan Juta Rupiah

nasa

Haji Sufiyani adalah salah satu peternak sapi sukses di desa mandikapau timur di kabupaten Banjar kalimantan selatan. Ada sekitar 300 ekor sapi yang diternakan, ada jenis limosin dan simental semenjak memakai viterna, POC nasa dan Hormonik sapi saya naik 1,25 kg tiap harinya dari biasanya sebelum pakai hanya 1 kg. Dengan pemberian yang sangat sederhana hanya dicampur dengan air minum 1 tutup botol untuk 1 ekor sapi setiap harinya. Dengan kenaikan berat badan yang cukup drastis Sufiyani mengaku mendapat keuntungan besar penjualan ternaknya. Kalau ada perubahan 0,25 kg saja perhari saya mendapatkan untung 280 juta dari kenaikan bobot sapi, jika belanja produk NASA satu periode hanya 27 juta maka saya masih mendapatkan keuntungan 250 jutaan dari kenaikan daging saja. Belum lagi bau kotoran yang berkurang nafsu makan yang meningkat serta tidak piilih - pilih makan. Bulu sapi juga kelihatan mengkilat dan licin.

1. VITERNA PLUS

nasa

VIterna plus merupakan suplemen pakan ternak yang diolah dari berbagai macam bahan alami ( hewan dan tumbuhan ), memberikan zat-zat yang sangat diperlukan ternak untuk :

- Meningkatkan kualitas ( peningkatan Average Daily Gain / ADG bagi sapi dan peningkatan bobot panen bagi ayam ).

- Kualitas daging ( mengurangi kandungan kolesterol ).

- Kesehatan ternak ( mempertinggi daya tahan tubuh ) terhadap penyakit semuanya merupakan aspek K-3.

- Memacu enzim-enzim pencernaan ternak.

- Memberikan mineral-mineral essensial maupun non essensial.

- Memberikan berbagai macam nutrisi alami untuk peetumbuhan ternak ( protein, lemak, vitamin, dsb ).

- Menambah kandungan asam-asam lemak didalam rumen / lambung ternak.

- Meningkatkan efesiensi dan efektifitas pakan ( TDN ).

- Mengandung hormon pertumbuhan alami untuk mempercepat pertumbuhan ternak.

- Meningkatkan nafsu makan ternak.

- Mengurangi kandungan kolesterol. daging dan mengurangi bau kotoran ayam.

Produk alami aman untuk ternak dan lingkungan. Secara umum manfaat dari penggunaan VITERNA adalah sebagi berikut :

1. Memacu pertumbuhan pada ternak, khusus ayam pedaging telah berhasil memperpendek waktu panen ayam dari pemeliharaan standar dengan bobot yang sama, seperti rata-rata berat hidup ayam sebesar 2 kg dapat dicapai pada umur pemeliharaan 32 - 34 hari. Yang pada umumnya biasanya dicapai pada umur 35 - 38 hari, sehingga dapat menghemat pakan.
FCR yang dihasilkan rata-rata mencapai 1,3 - 1,5 . Pada penggemukan sapi lokal seperti sapi bali dan peranakan ongole rata-rata pertambahan berat badan perhari adalah 0,5 - 0,7 kg.
Sedangkan sapi crossing simental dan limosin pertambahan berat badannya perhari mencapai 1,5 - 1,7 kg.

2. Menekan angka kematian, pengujian dan penerapan diberbagai peternakan yang telah menggunakan viterna angka kematian rata-rata 5 %

3. Meningkatkan kualitas daging ternak, hasil uji laboratorium dari fakultas teknologi pertanian UGM menunjukkan bahwa ayam yang telah menggunakan viterna dan produk NASA memiliki kandungan protein yang tinggi dan kandungan kolesterol yang rendah.

4. Mengurangi bau kotoran ternak.

5. Meningkatkan produksi telur pada ayam atau unggas petelur

6. Meningkatkan kualitas susu pada sapi perah, seperti jumlah liter susu perharinya, nilai solid non fat ( SNF ) sebesar 8,5 - 9 %, kadar lemak susu hanya sebesar 3,5 % dan nilai total solid ( TS ) sebesar 12,1 %

2. POC NASA

nasa

Formula khusus terutama untuk tanaman juga peternakan dan perikanan yang dibuat murni dari bahan-bahan organik dengan fungsi multiguna :

* Meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi tanaman serta kelestarian lingkungan/tanah ( aspek K- 3 : Kuantitas - Kualitas- Kelestarian ).

* Menjadikan tanah yang keras berangsur - angsur menjadi gembur.

* Melarutkan sisa pupuk kimia di tanah (dapat dimanfaatkan tanaman).

* Memberikan semua jenis unsur makro dan unsur mikro lengkap.

* Dapat mengurangi penggunaan Urea, SP-36 dan KCl + 12,5% - 25%

* Setiap 1 liter POC NASA memiliki fungsi unsur hara mikro setara dengan 1 ton pupuk kandang.

* Memacu pertumbuhan tanaman dan akar, merangsang pengumbian, pembungaan dan pembuahan serta mengurangi kerontokan bunga dan buah( mengandung hormon / ZPT Auksin, Giberellin dan Sitokinin ).

* Membantu perkembangan mikro organisme tanah yang bermanfaat bagi tanaman ( cacing tanah, Penicilium glaucum dll ).

* Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap hama dan penyakit

* Meningkatkan bobot unggas ( ayam, bebek, dll ), ternak besar ( sapi, kambing, dll ), ikan serta udang.

* Meningkatkan nafsu makan unggas, ternak dan ikan / udang.

* Membantu pembentukan pakan alami ikan dan udang ( plankton ).

3. HORMONIK

nasa

HORMONIK memacu pertumbuhan, pengumbian, pembungaan dan pembuahan tanaman untuk mendapatkan hasil panen optimal.

HORMONIK mengandung Zat Pengatur Tumbuh ( ZPT ) Organik terutama Auksin, Giberelin dan Sitokinin, di formulasikan dari bahan alami yang dibutuhkan oleh semua jenis tanaman.

HORMONIK tidak membahayakan ( aman ) bagi kesehatan manusia maupun binatang.

DAYA GUNA : Mempercepat proses pertumbuhan tanaman, memacu dan meningkatkan pembungaan serta pembuahan, mengurangi kerontokan bunga dan buah, membantu pertumbuhan tunas, membantu pertumbuhan akar, memacu pembesaran umbi, meningkatkan keawetan hasil panen, memacu dan meningkatkan bobot unggas / ternak.

Yang mau order silahkan di :
XL : 081902639545
AXIS : 083837259533
Distributor NASA N-382882

PRODUK NASA SANGAT DI BUTUHKAN BAGI PARA PETERNAK YANG SUDAH MENJADI KONSUMEN FANATIK.

BERSAMA NASA INDONESIA PASTI BISA MEMENUHI KEBUTUHAN POKOK DALAM NEGERI SENDIRI TANPA HARUS TERUS MENGIMPOR KEBUTUHAN POKOK.

KUANTITAS - KUALITAS - KELESTARIAN

Minggu, 09 Maret 2014

Budidaya Ikan Lele Dengan Produk Perikanan NASA

nasa

TEKNIK BUDIDAYA LELE

HASIL TERNAK IKAN LELE DENGAN PRODUK NASA SANGAT MENJANJIKAN.!!!

PRODUK YANG DIPERLUKAN SEBAGAI BERIKUT :

1. Poc Nasa
2. Hormonik
3. Viterna Plus
4. Ton

--- POC NASA

nasa

Formula khusus terutama untuk tanaman juga peternakan dan perikanan yang dibuat murni dari bahan-bahan organik dengan fungsi multiguna :

* Meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi tanaman serta kelestarian lingkungan/tanah ( aspek K- 3 : Kuantitas - Kualitas- Kelestarian ).

* Menjadikan tanah yang keras berangsur-angsur menjadi gembur.

* Melarutkan sisa pupuk kimia di tanah (dapat dimanfaatkan tanaman).

* Memberikan semua jenis unsur makro dan unsur mikro lengkap.

* Dapat mengurangi penggunaan Urea, SP-36 dan KCl + 12,5% - 25%

* Setiap 1 liter POC NASA memiliki fungsi unsur hara mikro setara dengan 1 ton pupuk kandang.

* Memacu pertumbuhan tanaman dan akar, merangsang pengumbian, pembungaan dan pembuahan serta mengurangi kerontokan bunga dan buah ( mengandung hormon/ZPT Auksin, Giberellin dan Sitokinin).

* Membantu perkembangan mikro organisme tanah yang bermanfaat bagi tanaman (cacing tanah, Penicilium glaucum dll).

* Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap hama dan penyakit

* Meningkatkan bobot unggas (ayam, bebek, dll), ternak besar (sapi, kambing, dll), ikan serta udang.

* Meningkatkan nafsu makan unggas,ternak dan ikan/udang.

* Membantu pembentukan pakan alami ikan dan udang (plankton).

--- HORMONIK

nasa

HORMONIK memacu pertumbuhan, pengumbian, pembungaan dan pembuahan tanaman untuk mendapatkan hasil panen optimal.

HORMONIK mengandung Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) Organik terutama Auksin, Giberelin dan Sitokinin, di formulasikan dari bahan alami yang dibutuhkan oleh semua jenis tanaman.

HORMONIK tidak membahayakan ( aman ) bagi kesehatan manusia maupun binatang.

DAYA GUNA : Mempercepat proses pertumbuhan tanaman, memacu dan meningkatkan pembungaan serta pembuahan, mengurangi kerontokan bunga dan buah, membantu pertumbuhan tunas, membantu pertumbuhan akar, memacu pembesaran umbi, meningkatkan keawetan hasil panen, memacu dan meningkatkan bobot unggas/ternak.

--- VITERNA PLUS

nasa

VIterna plus merupakan suplemen pakan ternak yang diolah dari berbagai macam bahan alami ( hewan dan tumbuhan ), memberikan zat-zat yang sangat diperlukan ternak untuk :

- Meningkatkan kualitas ( peningkatan Average Daily Gain / ADG bagi sapi dan peningkatan bobot panen bagi ayam ).

- Kualitas daging ( mengurangi kandungan kolesterol ).

- Kesehatan ternak ( mempertinggi daya tahan tubuh ) terhadap penyakit semuanya merupakan aspek K-3.

- Memacu enzim-enzim pencernaan ternak.

- Memberikan mineral-mineral essensial maupun non essensial.

- Memberikan berbagai macam nutrisi alami untuk peetumbuhan ternak ( protein, lemak, vitamin, dsb ).

- Menambah kandungan asam-asam lemak didalam rumen / lambung ternak.

- Meningkatkan efesiensi dan efektifitas pakan ( TDN ).

- Mengandung hormon pertumbuhan alami untuk mempercepat pertumbuhan ternak.

- Meningkatkan nafsu makan ternak.

- Mengurangi kandungan kolesterol. daging dan mengurangi bau kotoran ayam.

Produk alami aman untuk ternak dan lingkungan. Secara umum manfaat dari penggunaan VITERNA adalah sebagi berikut :

1. Memacu pertumbuhan pada ternak, khusus ayam pedaging telah berhasil memperpendek waktu panen ayam dari pemeliharaan standar dengan bobot yang sama, seperti rata-rata berat hidup ayam sebesar 2 kg dapat dicapai pada umur pemeliharaan 32 - 34 hari. Yang pada umumnya biasanya dicapai pada umur 35 - 38 hari, sehingga dapat menghemat pakan. FCR yang dihasilkan rata-rata mencapai 1,3 - 1,5 . Pada penggemukan sapi lokal seperti sapi bali dan peranakan ongole rata-rata pertambahan berat badan perhari adalah 0,5 - 0,7 kg.
Sedangkan sapi crossing simental dan limosin pertambahan berat badannya perhari mencapai 1,5 - 1,7 kg.

2. Menekan angka kematian, pengujian dan penerapan diberbagai peternakan yang telah menggunakan viterna angka kematian rata-rata 5 %

3. Meningkatkan kualitas daging ternak, hasil uji laboratorium dari fakultas teknologi pertanian UGM menunjukkan bahwa ayam yang telah menggunakan viterna dan produk NASA memiliki kandungan protein yang tinggi dan kandungan kolesterol yang rendah.

4. Mengurangi bau kotoran ternak.

5. Meningkatkan produksi telur pada ayam atau unggas petelur

6. Meningkatkan kualitas susu pada sapi perah, seperti jumlah liter susu perharinya, nilai solid non fat ( SNF ) sebesar 8,5 - 9 %, kadar lemak susu hanya sebesar 3,5 % dan nilai total solid ( TS ) sebesar 12,1 %

PERIKANAN ORGANIK DENGAN TEKNIK GANTI AIR YANG TEPAT

Perikanan organik merupakan trend yang semakin menjadi tuntutan untuk menghasilkan produk perikanan yang aman, sehat, bergizi dan tetap menjamin kelestarian lahan budidaya. Untuk itu diperlukan sarana produksi yang ramah lingkungan dan cara budidaya perikanan yang benar.

Salah satu hal yang harus diperhatikan untuk berbudidaya yang benar adalah harus mengetahui TEKNIK PERGANTIAN AIR yang tepat.

PERGANTIAN AIR KOLAM diperlukan jika memang harus diganti air, artinya kita melakukan ganti air jika memang kondisi air pada saat itu mengharuskan untuk diganti. Air yang berkualitas jelek disebabkan oleh penumpukan hasil penguraian bahan organik yang masuk ke kolam. Bahan organik tersebut berupa kotoran ikan, ikan yang mati, pakan yang tidak termakan, plankton yang mati dan tumbuhan-tumbuhan air yang mati jika ada.

Ciri-ciri air yang jelek adalah sebagai berikut :

1. Air Berbusa
Hal ini menunjukan sudah tingginya timbuhan bahan organik yang ada di kolam, sehingga harus dibuang adalah air bagian bawah tersebut. Pada kolam tanah sebisa mungkin dibuat saluran pembuangan di bagian tengah yang memungkinkan bisa membuang timbunan bahan organik didasar kolam. Jika tidak bisa membuat saluran pembuangan tersebut, pembuangan bisa dilakukan dengan pompa penyedot air. Pada kolam bak juga harus dibuat konstruksi berupa saluran pembuangan air bagian bawah.

2. Air Kotor
Material yang mengkotori air kolam bisa mengganggu kehidupan ikan atau udang, sehingga harus dibuang dan airnya diganti yang baru.

3. Air Pekat
Yang dimaksud air pekat adalah jika air sudah penuh dengan bahan-bahan yang terlarut, misalnya lumpur, material pencemar lain dari luar.

Jika kita bisa menjaga kualitas air selalu baik selama proses budidaya maka kita bisa tidak melakukan ganti air selama budidaya. Pemakaian PUPUK ORGANIK TON dan pemakaian probiotik yang tepat akan selalu menjaga kualitas air budidaya, sehingga bisa meningkatkan tingkat keberhasilan budidaya.

Hal ini sudah terbukti di beberapa daerah yang menggunakan PRODUK TON, misalnya di kendal, gresik, untuk tambak udang dan bandeng dan di jogja untuk budidaya lele

Mari kita galakkan budidaya perikanan yang ramah lingkungan atau PERIKANAN ORGANIK.

--- TON ( Tambak Organik Nusantara )

nasa

Formula alami ( organik ) khusus tambak untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi serta menjaga / memperbaiki kelestarian lingkungan tambak dengan memberikan mineral-mineral yang dibutuhkan udang / bandeng, mempercepat pertumbuhan plankton sebagai pakan alami udang / bandeng ( kesuburan perairan ), serta mengikat logam-logam berat sekaligus membantu mengurai senyawa komplek berbahaya beracun bagi udang / bandeng. Serta membantu merutinkan molting udang.

Peranan dan fungsi lain TON antara lain :
- Membantu menguraikan senyawa kekal komplek berbahaya serta beracun, seperti : H2S, Amoniak, Asam laktat, dsb.

- Membantu sistem pencernaan udang / bandeng.

- Meningkatkan pertumbuhan dan sistem kekebalan tubuh udang / bandeng.

- Bagus juga untuk digunakan di kolam air tawar.

- Teruji Multi komoditi, Multi lokasi dan Multi waktu.

ATURAN PAKAI :

nasa

- Campurkan semua produk ( poc nasa, hormonik, viterna plus dan ton )

- Tuangkan campuran produk tersebut takaran 5 cc ( 1/2 tutup botol ) dan campurkan dengan 1 liter air

- Semprotkan 1 liter air yang sudah di campurkan tadi ke pakan lele 5 - 7 kg

- Tiriskan pakan lele tersebut lalu kasihkan pakan ke ikan lele

nasa

nasa

Silahkan order di :
XL : 081902639545 bisa whatsapp
AXIS : 083837250533
Distributor NASA N-382882

KUANTITAS - KUALITAS - KELESTARIAN